1. INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Sebelum membicarakan internalisasi belajar dan spesialisasi. haiklah kami kutip sebuah artikel yang dimuat pada harian Kompas, hart Senin, tanggal 11 Februari 1985, sebagai berikut :
Seminar Tentang Remaja
ANOMI DI KALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN NORMA, Jakarta Kompas.
Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematic, masas ini memungkinkan mereka berada dalam anomi (keadaan tanpa norma atau hukum, Red) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Dalam keadaan demikian, seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecenderungan melakukan pelanggaran. Kondisi ini juga memungkinkan mereka menjadi sasaran pengaruh media massa.
Demikian rangkuman pembicaraan Dekan FISIP-UI Dr. Manasse Malo, Ketua Jurusan Psikologi Sosial-UI Drs. Enoch Markum dan Staf Pengajar Jurusan Komunikasi Massa Drs. Zulkarimen Nasution M.Sc. dalam seminar "Remaja dalam Prospek Perubahan Sosial" di Gedung Sarwahita Komplek UI Rawamangun, hari Sabtu. Seminar situ hari itu diadakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Indonesia ke-36.
Anomi, menurut Enoch Markum, muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan norma. Misalnya norma A yang ditanamkan dalam keluarga, sangat bertentangan dengan norma B yang is saksikan di luar lingkungan keluarga.
Masyarakat, yang diharapkan mampu memberi jawaban, juga berada dalam keadaan transisi, sehingga tidak mampu memberikan apa yang diinginkan remaja.
"Dalam keadaan bingung inilah mereka berusaha mencari pegangan norma lain yang bisa mengisi kekosongan tersebut. Dan inilah kesempatan yang memberi peluang pada penyimpangan dan pelanggaran akibat keaslahan pegangan", ujar Enoch Markum.
Kamis, 26 November 2015
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT (Tugas 4.1 ISD)
1. PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. PENGERTIAN INDIVIDU
"Individu" berasal dari kata latin,"individuum" artinya "yang tak terbagi". Jadi,merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untu kmenyatakan suatu kesatuan yang paling kecil danterbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk. memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan "orang-seorang" atau "manusia perseorangan". Sifat dan fungsi orang-orang di sekitar kita adalah makhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri; dalam pelbagai hal bersama-sama satu sama lain, tetapi dalam banyak hal banyak pula perbedaannya. Sejenis tapi tak sama, makin tua semakin maju dan semakin banyak bermacam-macam tingkat peradabannya, terjadi bangsa dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.
Timbulnya diferensiasi bukan hanya pembawaan, tetapi melalui kaitan dengan dunia yang telah mempunyai sejarah dengan peradabannya. Hal ini memberikan keuntungan rohani bagi individu seperti bahasa, agama, adat istiadat dan kebiasaan, paham-paham hukum, ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Akan tetapi, betapapun besarnya pengaruh lingkungan sosial terhadap individu, manusia tetap mempunyai watak dan sifat tertentu, yang aktif ditengah-tengah sesama manusia lainnya. Insyaf akan"aku" nya dan sadar, serta mengumpulkan kekuatan rohani untuk bertindak sendiri. Bahkan individu yang mempunyai kepribadian istimewa.
Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan,bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khan di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan
dan sadar, serta mengumpulkan kekuatan rohani untuk bertindak sendiri. Bahkan individu yang mempunyai kepribadian istimewa.
Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan,bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khan di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial kebersamaan. Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi, kegoncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
Jumat, 23 Oktober 2015
Tugas ISD (TUGAS ISD 3.2)
Pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah. Apabila pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pertambahan fasilitas akan menimbulkan masalah-masalah seperti meningkatnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, dll. Pertumbuhan penduduk dalam suatu daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
- Kematian (Mortalitas). Dibagi menjadi 2 tingkatan :Pertama adalah tingkat kematian kasar ( Crude Death Rate/CDR). CDR adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut yang dinyatakan tiap 1000 orang.D = Jumlah kematianPm = Jumlah Penduduk Pertengah tahunK = Konstanta = 1000CDR = D x KPmPenduduk pertengah thn dpt dirumuskanPm = ½ (P1+P2)Pm = P1+(P2-P1)2Pm = P2-(P2-P1)2Pm = Jumlah penduduk pertengah tahunP1 = Jumlah penduduk pada awal tahunP2 = Jumlah penduduk pada akhir tahunKedua adalah tingkat kematian khusus ( Age Spesific Death Rate). Karena tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Dengan perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate) yaitu menyatakan kematian pada kelompok umur tertentu 1000 penduduk pada kelompok umur yang samaASDRi = Di x KPmiDi = kematian utk kelompok umur iPmi = Jumlah penduduk pada pertengah thn kelompok umur i
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM ( Tugas 3.1 ISD)
1. PENGERTIAN, TUJUAN ISD DAN IPS
Pengertian dan Tujuan
Ilmu Sosial Dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang di wujudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang seperti : Sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.Tujuan Ilmu Dasar Sosial untuk pembinaan mahasiswa :
a) Memahami dan Menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah sosial.
b) Peka terhadap masalah sosial.
c) Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks.
d) Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan harus bisa berkomunikasi dengan mereka.
2. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ISD DAN IPS
Persamaan :
a) Kedua-duanya merupakan bahan studi penting untuk kepentingan program pendidikan.
b) Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c) Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari masalah sosial dan kenyataan sosial.
Berbedaan :
a) ISD (Ilmu Dasar Sosial) diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan IPS diberikan di SD dan sekolah lanjutan.
b) ISD merupakan satu matakuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran.
c) ISD diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan IPS diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Pengertian dan Tujuan
Ilmu Sosial Dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang di wujudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang seperti : Sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.Tujuan Ilmu Dasar Sosial untuk pembinaan mahasiswa :
a) Memahami dan Menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah sosial.
b) Peka terhadap masalah sosial.
c) Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks.
d) Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan harus bisa berkomunikasi dengan mereka.
2. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ISD DAN IPS
Persamaan :
a) Kedua-duanya merupakan bahan studi penting untuk kepentingan program pendidikan.
b) Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c) Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari masalah sosial dan kenyataan sosial.
Berbedaan :
a) ISD (Ilmu Dasar Sosial) diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan IPS diberikan di SD dan sekolah lanjutan.
b) ISD merupakan satu matakuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran.
c) ISD diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan IPS diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
TUGAS 2 ISD
Perbedaan Pemimpin (Leader) dan Manajer
Pemimpin (leader) adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat-sifat kepemimpinan personality atau authority(berwibawa). Ia
disegani dan berwibawa terhadap bawahan atau pengikutnya karena
kecakapan dan kemampuan serta didukung perilakunnya yang baik. Pemimpin
(leader) dapat memimpin organisasi formal maupun informal, dan
menjadi panutan bagi bawahan(pengikut)nya. Biasanya tipe kepemimpinannya
adalah “partisipatif leader” dan falsafah kepemimpinannya adalah “pimpinan untuk bawahan”.
Sedangkan manajer juga merupakan seorang pemimpin, yang dalam praktek kepemimpinannya hanya berdasarkan “kekuasaan atau authority formalnya” saja. Bawahan atau karyawan atau staff menuruti
perintah-perintahnya karena takut dikenakan hukuman oleh manajer
tersebut. Manajer biasanya hanya dapat memimpin organisasi formal saja
dan tipe kepemimpinannya ialah “autocratis leader” dengan falsafahnya ialah bahwa “bawahan adalah untuk pemimpin”.
Lebih spesifik, perbedaan pemimpin (leader)
dan manajer dapat dilihat dari tiga hal yang selalu berkaitan
dengannya, yaitu: sumber kekuasaan yang diperoleh, bawahan, dan
lingkungan kerja.
Berdasarkan
sumber kekuasaan yang diperoleh, seorang manajer dipilih melalui jalur
formal (seperti dipilih oleh komisaris atau direktur) dengan dasar
yuridis yang dimiliki. Artinya seseorang dapat menjadi manajer jika
mempunyai dasar yuridis yaitu adanya surat keputusan atau surat
pengangkatan. Sedangkan pemimpin (leader) kekuasaan yang dimiliki berdasarkan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan.
Langganan:
Postingan (Atom)

