YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 05 Januari 2019

CLU dan SET REGISTER


CLU dan SET REGISTER

NAUFAL IHSAN (15415005)
Kelas 4IB02
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma

Pengertian CLU dan SET REGISTER

1.      CLU
Unit kendali logika atau yang bahasa inggrisnya Control Logic Unit (CLU) pada komputer mempunyai fungsi untuk memasukkan informasi tentang instruksi dan mengeluarkan baris kendali yang diperlukan untuk mengaktifkan operasi mikro yang semestinya. Tidak hanya setiap instruksi yang harus ditangani, tetapi semua sinyal kendali untuk mem-fetch instruksi dan operand dari memori, untuk menangani interupsi dan untuk memproses I/O harus dihasilkan oleh CLU.
031014_1416_penerapanko1.jpg











Dalam menjalankan instruksi-instruksi yang tersimpan di dalam memori, setiap instruksi diambil (Fetched atau disalin dari memori oleh CPU), ditempatkan ke dalam sebuah register dan dijalankan. Bagaimanapun juga, sebuah instruksi adalah sebuah entitas yang kompleks yang pelaksanaannya tidak dapat dilakukan selama satu periode waktu. Karena dalam kenyataannya lebih dari satu periode maka CPU akan menghasilkan urutan dari urutan-urutan yang di fetch instruksi. Fungsi-fungsi ini disebut sebagai operasi mikro.


2.      SET REGISTER

Set register terdiri atas register-register tujuan umum dan register dengan tujuan khusus, biasanya fungsi khusus dapat digunakan langsung atau tidak langsung oleh instruksi program.General-purpose register (register tujuan umum) dapat digunakan (oleh instruksi) sebagai akumulator, sumber atau tujuan register data, atau register alamat yang berisi pointer memori atau nilai indeks. Sebagai tambahan, register ini dapat digunakan untuk memberikan fasilitas block, untuk mengijinkan adanya stacking, dan menambah alamat indeks.

1438011281.png

Special-purpose register (register tujuan khusus):
-Index register untuk menyimpan angka konstanta yang digunakan dalam perhitungan alamat memori yang efektif dalam mode pengalamatan indeks.
-Stack register untuk operasi subroutine atau untuk menangani kondisi perkecualian.
-Segment register untuk mengimplementasikan pemetaan memori ketika pemasukan memori utama.
-Memory refresh register yang menyediakan secara otomatis transparan refresh dari DRAM.
-Vector interrupt register yang memungkinkan tabel interupsi untuk menempatkan dimana saja dalam memori.
-Temporary register untuk menangani operand lanjutan atau hasil penyimpanan sementara dari operasi.

Referensi
http://wahyukr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/36820/%281%29+Organisasi+%26+Arsitektur.ppt   Diakses pada 25 Nov 2018 20.31
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-arkomp.htm  Diakses pada  25 Nov 2018 20.43
http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-organisasi_sistem_komputer.htm Diakses Pada 25 Nov 2018 21.03

http://ymukhlis.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.1    Diakses pada  25 Nov 2018 19.43

Tidak ada komentar:

Posting Komentar