Penjelasan Tentang
Cash flow
Pengertian Aliran Uang (Cash Flow)
Suatu laporan keuangan
yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi
dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan
bersih dalam kas suatu perusahaan dalam satu periode disebut Cash Flow, yang berasal
dari dua suku kata, yaitu cash yang artinya uang dan flow yang artinya
aliran. Jadi secara singkat Cash Flow adalah aliran uang.
Laporan arus kas
merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama
periode tertentu (biasanya satu tahun buku).
Arus kas adalah arus
masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi
dari mana uang kas diperoleh peusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya.
Dalam cash flow adalah
memahami fungsi yang dimiliki suatu perusahaan itu, kapan perusahaan menyimpan
uangnya dan kapan perusahaan menginvestasikan uangnya untuk menghasilkan
keuntungan besar.
Fungsi Cash Flow
Cash flow memberikan
gambaran nilai uang Rp. 1000000,00 pada periode dan seterusnya, apakah nilai
nominalnya naik atau turun seiring bertambahnya waktu.
Fungsi dari cash flow
secara umum yaitu melihat aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu.
Maksudnya uang pada waktu/periode mempunyai nilai yang berbeda. Contohnya pada
periode awal nominal uang kita sebesar Rp. 100000,00. Akan tetapi pada periode
kedua dan seterusnya nominal uang kita belum tentu sebesar Rp. 100000,00.
Mungkin nominal uang kita naik atau turun seiring bertambahnya waktu. Cash flow
mempunyai 3 fungsi, yaitu:
1.
Fungsi likuiditas yaitu dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi
awal.
2. Fungsi anti inflasi, dana yang disimpan yang
bertujuan untuk menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang
dapat dicairkan dengan relatif cepat.
3. Fungsi capital growth, dana yang
diperuntukkan untuk penambahan / perkembangan kekayaan dengan jangka waktu
relatif panjang.
Aliran uang yang
berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
• Initial Cash Flow
(Aliran uang awal) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk
kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dan
lain-lain. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).
• Operational Cash Flow
(Aliran uang operasional) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan
operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh
karena itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan
aliran kas keluar (cash out flow).
• Terminal Cash Flow
(Aliran uang akhir) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa
proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu
penjualan peralatan proyek.
Cash flow mempunyai
beberapa keterbatasan-keterbatasan lain:
• Komposisi penerimaan
dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
• Perusahaan hanya
berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel.
• Apabila terdapat
perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat
mempengaruhi estimasi arus uang masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan,
maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget uang
misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam
memenuhi kewajibanya
Penyusunan Aliran Uang (Cash Flow) dan
Perhitungannya
Ada empat langkah
dalam penyusunan cash flow, yaitu :
• Menentukan minimum uang. Menyusun estimasi penerimaan dan
pengeluaran
• Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan
untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
• Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah
adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
Cara lain dalam
penyusunan cash flow adalah:
Membuat garis
horizontal menunjukkan skala waktu
Membuat tanda panah
keatas jika menyatakan penerimaan atau inflow (+).
Membuat tanda panah
keatas jika menyatakan pengeluaran atau outflow (-).
Cash flow dapat
dilihat dari pihak siapa saja, karena masuk pada peminjam = keluar bagi
pemberi.
- P (Present) adalah nilai uang pada saat dimulai proyek (pada saat sekarang) yaitu pembayaran yang hanya berlangsung hanya sekali pada tahun ke-0.
- F (Future) adalah pembayaran pada saat periode yang akan dating yaitu pembayaran yang akan datang yaitu pembayaran yang hanya berlangsung sekali pada tahun ke –n (sembarang).
·
A (Annual) adalah
pembayaran seri (tabungan) yaitu pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap
tahun dalam jumlah yang sama besar dilakukan tahun pertama hingga tahun ke –n
sebesar A.
- Gradien naik adalah pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik yang sama secara seragam.
- Gradien turun pembayaran yang terjadi berkali-kali tiap tahun naik yang menurun secara seragam.
Berikut adalah contoh
soal dengan pemakaian cash flow sebagai diagramnya:
Saya mendepositokan
sebesar $3500 dengan bunga 9%. Berapa jumlah uang saya pada akhir tahun ke -7
serta buat diagram cash flownya ?
Solusi:
Diketahui : P = $3500
i% =9%
n = 5 tahun
Ditanya : F…?
Cash flow diagram?
Jawab:
Cash flow diagram:
F….?
Cara pertama dengan
menggunakan notasi perhitungan standar:
F = P (F/P ; i% ; n)
F = $3500 (F/P ; 9% ;
7)
F = P (1+i%)^n
F = $3500 (1+9%)^7
F = $3500 (1+0,09)^7
F = $3500 (1,09)^7
F = $3500 (1,828)
F = $6398
Cara kedua dengan
menggunakan tabel suku bunga**:
F = P (F/P ; i% ; n)
F = $3500 (F/P ; 9% ;
7)
F = $3500 (1,828**)
F = $6398
2. Putri adalah
pemegang polis asuransi beasiswa. Tiap bulan biayanya sebesar $100 selama 13
tahun. Berapa
seharusnya uang yang
putri terima jika bunganya sebesar 20% per tahun?
Solusi :
Diketahui : A = $100 x
12 bulan = $1200
i% =20%
n = 13 tahun
Ditanya : F…?
Cash flow diagram?
Jawab:
Cash flow diagram:
F….?
Cara pertama dengan
menggunakan notasi perhitungan standar:
F = A (F/A ; i% ; n)
F = $1200 (F/A ; 20% ;
13)
F = A [(1+i%)^n -1] /
i%
F = $1200 [(1+20%)^13
-1] / 20%
F = $1200 [(1+0,20)^13
-1] / 0,20
F = $1200 [(1,20)^13
-1] / 0,20
F = $1200 [10,699 -1]
/ 0,20
F = $1200 [9,699] /
0,20
F = $11639,185 / 0,20
F = $58196
Cara kedua dengan
menggunakan tabel suku bunga**:
F = A (F/A ; i% ; n)
F = $1200 (F/A ; 20% ;
13)
F = $1200 (48,497**)
F = $58196
Laporan arus kas (cash
flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
1. Cash inflow
Cash inflow adalah
arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas
(penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
• Hasil
penjualan produk/jasa perusahaan.
•
Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•
Penjualan aktiva tetap yang ada.
•
Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•
Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•
Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash out flow
Cash out flow adalah
arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban
pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
•
Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik
lain-lain.
•
Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•
Pembelian aktiva tetap.
•
Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•
Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•
Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
Laporan arus kas ini
memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari
perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi
berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
Menurut PSAK No.2
(2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu
yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi
menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena
itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar
akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus
masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan.
Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan
dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran
terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.
Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi
meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan
untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti
tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula
berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari
perusahaan lain.
Pada laporan arus kas
kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva
yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan
suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam.
Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada
laporan arus kas.
Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan
meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang
diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan
pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel
bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran
terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan.
Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.
Gambar Penerimaan
dan pengeluaran kas yang dilaporkan pada laporan arus kas
Sumber













Tidak ada komentar:
Posting Komentar