MAKALAH
PERTAMBANGAN

Di
Susun oleh :
Nama : Naufal Ihsan
NPM : 15415005
Kelas : 2IB02
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan Syukur saya
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat, Hidayah
dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat
pada waktunya. Dalam makalah ini, saya akan membahas mengenai “Pertambangan”.
Saya menyadari bahwa
masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saran
serta kritik yang dapat membangun dari pembaca sangat saya harapkan guna
penyempurnaan pada makalah selanjutnya.
Harapan saya semoga
makalah ini bisa membantu menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Jakarta, 4 Desember 2016
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar………………………………………………............................i
Daftar
Isi…………………………………….......………..................................ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang………………………………………………….. ..........1
1.2 Maksud dan
Tujuan………………………………................................2
1.3 Ruang Lingkup
Masalah………………………...................……… .....2
BAB II Pembahasan
2.1
Permasalahan Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi....3
2.2
Cara Pengelolaan Pembangunan
Pertambangan..........................................4
2.3
Kecelakaan di
Pertambangan.......................................................................7
2.4
Penyehatan Lingkungan Pertambangan, Pencemaran dan Penyakit-penyakit yang
Mungkin
Timbul...........................................................................9
BAB III Penutup
3.1Kesimpulan……………………………………………………………........14
3.2
Saran…………………....………………………….....................................14
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1)
Latar Belakang
Pertambahan penduduk yang cepat mempunyai implikasi pada
berbagai bidang. Bertambahnya penduduk yang cepat ini mengakibatkan tekanan
pada sektor penyediaan fasilitas tenaga kerja yang tidak mungkin dapat
ditampung dari sektor pertanian. Maka untuk perluasan kesempatan kerja, sektor
industri perlu ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas.peningkatan
secara bertahap di berbagai bidang industri akan menyebabkan secara
berangsur-angsur tidak akan lagitergantung kepada hasil prodiksi luar negeri
dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Paradigma pertumbuhan ekonomi yang dianut oleh pemerintah
Indonesia memandang segala kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia
sebagai modal untuk menambah pendapatan negara. Sayangnya, hal ini dilakukan
secara eksploitatif dan dalam skalayang masif Sampai saat ini, tidak kurang
dari 30% wilayah daratan Indonesia sudah dialokasikan bagi operasi
pertambangan, yang meliputi baik pertambangan mineral, batubara maupun
pertambangan minyak dan gas bumi. Tidak jarang wilayah-wilayah konsesi
pertambangan tersebut tumpang tindih dengan wilayah hutan yang kaya dengan
keanekaragaman hayati dan juga wilayah-wilayah hidup masyarakat adat.
Sumber daya mineral seperti timbah putih, emas, nikel,
tembaga, mangan, air raksa, besi dan Iain-lain merupakan sumber daya alam yang
tak terbaharui atau nonrenewable resource, artinya sekali bahan galian ini
dikeruk, maka tidak akan dapat pulih atau kembali ke keadaan semula. Oleh
karenanya, pemanfaatan sumberdaya mineral ini haruslah dilakukan secara
bijaksana dan haruslah dipandang sebagai aset alam sehingga pengelolaannyapun
harus juga mempertimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang.
Perkembangan pertambangan di Indonesia dalam 25 tahun
terakhir mengalami peningkatan begitu pesat, meskipun tradisi pertambangan
masih baru tumbuh dan belum berakar di masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya
perencanaan yang matang pada setiap pembangunan industri agar dapat
diperhitungkan sebelumnya segala pengaru aktifitas pembangunan industri
tersebut terhadap lingkungan yang lebih luas.
2)
Maksud dan Tujuan
Tujuan dari penulisan
makalah ini adalah
a.
Mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada dalam lingkungan pertambangan
b.
Mengetahui cara mengelola pembangunan pertambangan yang benar dan baik sesuai
prosedur yang ada
c.
Mengetahui langkah-langkah penanggulangan kecelakaan dalam pertambangan
d. Serta
mengetahui cara menjaga lingkungan pertambangan dengan baik agart tidak
menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan
3)
Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup
masalah yang akan dibahas pada makalah kali ini sebagai berikut:
a.
Permasalahan Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
b.
Cara Pengelolaan Pembangunan Pertambangan
c.
Kecelakaan di Pertambangan
d.
Penyehatan Lingkungan Pertambangan, Pencemaran dan Penyakit-penyakit yang
Mungkin Timbul
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Permasalahan Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
Masalah-masalah
lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan dapat dijelaskan dalam berbagai
macam hal. Berikut ini adalah maslah lingkungan dalam pembangunan lahan
pertambangan:
a. Menurut jenis yang
dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi,
logam-logam mineral antara lain seperti timah putih, emas, nikel, tembaga,
mangan, air raksa, besi, belerang, dan lain-lain dan bahan-bahan organik
seperti batubara, batu-batu berharga seperti intan, dan lain- lain.
b. Pembangunan dan
pengelolaan pertambangan perlu diserasikan dengan bidang energi dan bahan bakar
serta dengan pengolahan wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang
menyeluruh.
c. Pengembangan dan
pemanfaatan energi perlu secara bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor
maupun penggunaan sendiri di dalam negeri serta kemampuan penyediaan energi
secara strategis dalam jangka panjang. Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian
energi yang penggunaannya terus meningkat, sedangkan jumlah persediaannya
terbatas. Karena itu perlu adanya pengembangan sumber-sumber energi lainnya
seperti batu bara, tenaga air, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari,
tenaga nuklir, dan sebagainya.
d. Pencemaran lingkungan
sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia,
faktor fisik, faktor biologis. Pencemaran lingkungan ini biasanya lebih dari
pada diluar pertambangan. Keadaan tanah, air dan udara setempat di tambang
mempunyai pengarhu yang timbal balik dengan lingkunganya. Sebagai contoh
misalnya pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh keaneka ragaman
udara, pencemaran oleh tekanan panas tergantung keadaan suhu, kelembaban dan
aliran udara setempat.
e. Melihat ruang lingkup
pembangunan pertambangan yang sangat luas, yaitu mulai dari pemetaan,
eksplorasi, eksploitasi sumber energi dan mineral serta penelitian deposit
bahan galian, pengolahan hasil tambang dan mungkin sampai penggunaan bahan
tambang yang mengakibatkan gangguan pad lingkungan, maka perlua adanya
perhatian dan pengendalian terhadap bahaya pencemaran lingkungan dan perubahan
keseimbangan ekosistem, agar sektor yang sangat vital untuk pembangunan ini
dapat dipertahankan kelestariannya.
f. Dalam pertambangan
dan pengolahan minyak bumi misalnya mulai eksplorasi, eksploitasi, produksi,
pemurnian, pengolahan, pengangkutan, serta kemudian menjualnyatidak lepas dari
bahaya seperti bahaya kebakaran, pengotoran terhadap lingkungan oleh
bahan-bahan minyak yang mengakibatkan kerusakan flora dan fauna, pencemaran
akibat penggunaan bahan-bahan kimia dan keluarnya gas-gas/uap-uap ke udara pada
proses pemurnian dan pengolahan.
Rangka
menghindari terjadinya kecelakaan pencemaran lingkungan dan gangguan
keseimbangan ekosistem baik itu berada di lingkungan pertambangan ataupun
berada diluar lingkungan pertambangan, maka perlu adanya pengawasan lingkungan
terhadap:
1.
Cara pengolahan pembangunan dan pertambangan.
2.
Kecelakaan pertambangan.
3.
Penyehatan lingkungan pertambangan.
4.
Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul
2.2
Cara Pengelolaan Pembangunan Pertambangan
Sumber daya bumi di bidang pertambangan harus
dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Maka perlu
adanya survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan
keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara
ekologis. Penggunaan ekologis dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam
rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk memperhitungkan
sebelumnya pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan
proses alam lingkungan yang lebih luas.
Segala pengaruh sekunder pada
ekosistem baik local maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses
perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapatnya evaluasi sehingga segala
kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindari atau dikurangi,
sebab melindungi ekosistem lebih mudah daripada memperbaikinya. Dalam
pemanfaatan sumber daya pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengolahan
dan penggunaanya harus hati-hati seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa
generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan
ini.
2.3
Kecelakaan di Pertambangan
Sekecil apapun kegiatan yang dapat mengakibatkan
kecelakaan harus diminimalisir. Bahaya-bahaya lain yang harus dikontrol untuk
mencegah kecelakaan, yaitu:
1.
Bahaya pada peralatan
yang :
a) tidak sesuai
dan tidak memenuhi syarat
b) tidak aman
c) tidak tertutup
tidak dilindungi.
2.
Bahaya lingkungan :
a) becek, licin
b) kurang penerangan
c) berdebu,
mengandung gas beracun,
d) instabilitas lapisan
batuan (longsor, runtuhnya bench atau berm),
3.
Bahaya pekerja :
a) tidak memakai
APD (alat pelindung diri)
b) tidak memperhatikan
petunjuk
c) tidak peduli
K3.
4.
Bahaya kebakaran :
a) proses swabakar
batubara,
b) ledakan debu
batubara,
c) ledakan gas
methan,
d) ledakan debu batubara
dan gas methan,
e) hubungan pendek
arus listrik (koursleting).
2.4
Penyehatan Lingkungan Pertambangan, Pencemaran dan Penyakit-penyakit yang
Mungkin Timbul
Upaya yang dilakukan dengan berbagai metode seperti
ameliorasi, penggunaan bahan organik, penggunaan mikroorganisme, dan penanaman
covercrop.
1.
Ameliorasi/remediasi
lahan
2.
Upaya pemberian masukan
berupa kapur atau bahan organik ke atas permukaan lahan atau ke dalam lubang
tanam dengan tujuan untuk memperbaiki sifatfisika, kimiawi dan biologi tanah.
Ameliorasi Memiliki manfaat sebagai berikut:
a) Meningkatkan pH
tanah sehingga mendekatinetral
b) Menambah unsur Ca dan
Mg
c) Menambah
ketersediaan unsur hara, contohN,P
d) Mengurangi keracunan
Al, Fe dan Mn
e) Memperbaiki
kehidupan mikroorganisme.
3.
Penggunaan Bahan Organik
Bahan
organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang
atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi
maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia
heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya. Penggunaan
bahan organik memiliki manfaat sebagai berikut:
a)
Stimulan terhadap granulasi tanah,
b)
Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah,
c) Meningkatkan
daya tanah menahan air sehingga drainase tidak berlebihan, kelembaban dan
temperatur tanah menjadi stabil,
d)
Menetralisir daya rusak butir-butir hujan,
e)
Menghambat erosi.
3. Penanaman Cover
Crop
Tanaman kacang-kacangan penutup tanah/ Cover Crop adalah
setiap tanaman tahunan, dua tahunan, atau tahunan tumbuh sebagai monokultur
(satu jenis tanaman tumbuh bersama-sama) atau polikultur (beberapa jenis
tanaman tumbuh bersama-sama), untuk memperbaiki berbagai kondisi yang terkait
dengan pertanian berkelanjutan. Penggunaan Cover Crop memiliki manfaat sebagai
berikut:
a) Mengelola
kesuburan tanah
b) Memperbaiki kualitas
tanah
c) Memperbaiki
kualitas air
4.
Pemanfaatan
Mikroorganisme
Fungi atau
jamur merupakan salah satu mikroorganisme yang secara umum mendominasi (hidup)
dalam ekosistem tanah. Mikroorganisme ini dicirikan dengan miselium berbenang
yang tersusun dari hifa individual. Saat ini beberapa jenis fungi telah
dimanfaatkan untuk mengembalikan kualitas/kesuburan tanah. Hal ini karena
secara umum fungi mampu menguraikan bahan organik dan membantu proses
mineralisasi di dalam tanah, sehingga mineral yang dilepas akan diambil oleh
tanaman.
Penambangan
dapat menyebabkan kecelakaan-kecelakaan yang serius seperti
kebakaran-kebakaran, ledakan-ledakan, atau lorong-lorong galian yang rubuh yang
dapat menimbulkan dampak pada orang-orang yang bermukim di komunitas sekitar
tambang.Dampak dan bahaya yang mengancam kesehatan masih juga dirasakan di
tempat-tempat bekas daerah yang pernah ditambang, karena orang-orang dapat
terpapar limbah tambang dan bahan-bahan kimia yang masih melekat di tanah dan
di air.Pertambangan mengancam kesehatan dengan berbagai cara:
1.
Debu, tumpahan bahan
kimia, asap-asap yang beracun, logam- logam berat dan radiasi dapat meracuni
penambang dan menyebabkan gangguan kesehatan sepanjang hidup mereka. Kerusakan
paru-paru yang diakibatkan debu dari batuan dan mineral adalah suatu masalah
kesehatan yang banyak ditemukan. Debu yang paling berbahaya datang dari
batubara, yang menyebabkan penyakit paru-paru hitam (black lung diseases).Di
samping itu debu dari silika menyebabkan silikosis (silicosis) Gejala-gejala
paru-paru yang rusak. Debu dari pertambangan dapat membuat sulit
bernapas.Jumlah debu yang banyak menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan dan
membengkak.Tanda-tanda dari kerusakan paru-paru akibat terpapar debu antara
lain:
a)
napas pendek, batuk-batuk, napas yang berdesah
b) batuk-batuk
yang mengeluarkan dahak kuning atau hijau (lendir dari paru-paru)
c)
sakit leher
d) kulit membiru
dekat kuping atau bibir
e)
sakit dada
f)
tidak ada nafsu makan
g) rasa
lelah
2.
Mengangkat peralatan berat dan bekerja dengan posisi tubuh yang janggal dapat
menyebabkan luka-luka pada tangan, kaki, dan punggung.
3.
Penggunaan bor batu dan mesin-mesin vibrasi dapat menyebabkan kerusakan pada
urat syaraf serta peredaran darah, dan dapat menimbulkan kehilangan rasa,
kemudian jika ada infeksi yang sangat berbahaya seperti gangrene, bisa
mengakibatkan kematian.
4.
Bunyi yang keras dan konstan dari peralatan dapat menyebabkan masalah
pendengaran, termasuk kehilangan pendengaran.
5. Jam
kerja yang lama di bawah tanah dengan cahaya yang redup dapat merusak
penglihatan.
6.
Bekerja di kondisi yang panas terik tanpa minum air yang cukup dapat menyebabkan
stres kepanasan.Gejala-gejala dari stres kepanasan berupa pusing-pusing, lemah,
dan detak jantung yang cepat, kehausan yang sangat, dan jatuh pingsan.
7.
Pencemaran air dan penggunaan sumberdaya air berlebihan dapat menyebabkan
banyak masalah-masalah kesehatan
8.
Lahan dan tanah menjadi rusak, menyebabkan kesulitan pangan dan kelaparan
9.
Pencemaran udara dari pembangkit listrik dan pabrik-pabrik peleburan yang
dibangun dekat dengan daerah pertambangan dapat menyebabkan penyakit-penyakit
yang serius
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kegiatan pertambangan membawa dampak buruk bagi
lingkungan perairan akibat penggunaan senyawa logam berat merkuri (Hg). Merkuri
dapat terakumulasi dalam tubuh organisme yang hidup di perairan dan bersifat
toksik atau mematikan pada konsentrasi tertentu. Selain itu pencemaran
lingkungan perairan akibat kegiatan pertambangan secara nyata berpengaruh
terhadap perekonomian nelayan. Merkuri yang mencemari perairan berpotensi
menurunkan kualitas dan produktifitas perairan sehingga mengurangi hasil
tangkapan nelayan. Solusi untuk mengatasi dampak pencemaran perairan oleh
kegiatan penambangan terbagi dari sisi ekologi dan ekonomi.
Dari sisi ekologi
berupa pembangunan bendungan serta Instalasi Pengolah Limbah (IPAL).
Sedangkan
dari sisi ekonomi, khususnya bagi nelayan, dapat dilakukan dengan penerapan
strategi pertahanan hidup substitutif.
3.2
Saran
Kegiatan
pertambangan di Indonesia harus dipantau secara ketat untuk menghindari adanya
penambangan ilegal yang seringkali mengabaikan dampak negatif yang timbul
pascapenambangan. Setiap industri penambangan perlu melakukan recovery terhadap
lingkungan pada tahap pascaoperasi kegiatan penambangan agar dampak yang
merugikan dapat ditekan.
Daftar Pustaka :
http://adiseptiyawan.blogspot.co.id/2016/01/makalah-pertambangan.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar