Arsitektur
Set Instruksi
Naufal Ihsan
(15415005)
Jurusan
Teknik Elektro
Fakultas
Teknologi Industri
Universitas
Gunadarma
Abstrak
Suatu komputer
dalam penggunaannya menggunakan set Instruksi yang didefinisikan sebagai suatu
aspek penting dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemakainya
terutama pemrogram. Secara umum, ISA (instruction
set architecture) ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi
yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan
interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya.
Pendahuluan
ISA adalah
sebuah spesifikasi dari Pullman semua kode-kode biner (opcode) yang
diimplementasikan di bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain
prosesor.
A. Teknik Pengalamatan
1. Immediate
Addressing (Pengalamatan Segera)
§ Pengalamatan yang paling sederhana.
§ -Operand benar-benar ada dalam instruksi atau
bagian dari intsruksi
§ -Operand sama dengan field alamat
§ - Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk
complement dua
§ -Bit paling kiri sebagai bit tanda
§ - Ketika operand dimuatkan ke dalam register
data, bit tanda digeser ke kiri hingga maksimum word data
Keuntungan :
Tidak adanya referensi
memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand
Menghemat siklus
instruksi sehingga proses keseluruhanakan akan cepat
Kekurangan :
Ukuran bilangan
dibatasi oleh ukuran field
Contoh :
ADD 7 ; tambahkan 7 pada akumulator
ADD 7 ; tambahkan 7 pada akumulator
2. Direct Addressing
(Pengalamatan Langsung)
§ Teknik ini banyak digunakan pada komputer lama
dan komputer kecil
§ Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan
tidak memerlukan kalkulus khusus
Kelebihan :
Field alamat berisi efektif address sebuah operand
Field alamat berisi efektif address sebuah operand
Kekurangan :
Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
Contoh :
ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator
ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator
3. Indirect Addressing
(Pengalamatan tak langsung)
Merupakan mode pengalamatan tak langsung
Merupakan mode pengalamatan tak langsung
§ Field alamat mengacu pada alamat word di
alamat memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang
Kelebihan :
Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
Kekurangan :
Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
Contoh :
ADD (A) ; tambahkan isi memori yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator
ADD (A) ; tambahkan isi memori yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator
4. Register addressing
(Pengalamatan Register)
§ Metode pengalamatan register mirip dengan mode
pengalamatan langsung
§ Perbedaanya terletak pada field alamat yang
mengacu pada register, bukan pada memori utama
§ Field yang mereferensi register memiliki
panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general
purpose
Keuntungan :
Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori
Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori
Akses ke register
lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih
cepatKerugian :
Ruang alamat menjadi
terbatas
5. Register indirect
addressing (Pengalamatan tak-langsung register)–
Metode pengalamatan register tidak langsung
mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung
Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register
§ Letak operand berada pada memori yang dituju
oleh isi register
§ Keuntungan dan keterbatasan pengalamatan
register tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung
§ Keterbatasan field alamat diatasi dengan
pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi
makin banyak
§ Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan,
mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi
memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung
6. Displacement
addressing
Menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung
dan pengalamatan register tidak langsung
§ Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua
buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit
§ Operand berada pada alamat A ditambahkan isi
register
Tiga model displacement
§ Relative addressing : register yang
direferensi secara implisit adalah Program Counter (PC)
§ Alamat efektif didapatkan dari alamat
instruksi saat itu ditambahkan ke field alamat
§ Memanfaatkan konsep lokalitas memori untuk
menyediakan operand-operand berikutnya
Base register
addressing : register yang direferensi berisi sebuah alamat memori dan field
alamat berisi perpindahan dari alamat itu
§ Referensi register dapat eksplisit maupun
implisit
§ Memanfaatkan konsep lokalitas memori
Indexing : field
alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi
pemindahan positif dari alamat tersebut
§ Merupakan kebalikan dari mode base register
§ Field alamat dianggap sebagai alamat memori
dalam indexing
§ Manfaat penting dari indexing adalah untuk
eksekusi program-pprogram iteratif
Contoh :
Field eksplisit bernilai A dan field imlisit mengarah pada register
7. Stack addressing
§ Stack adalah array lokasi yang linier =
pushdown list = last-in-firs-out
§ Stack merupakan blok lokasi yang terbaik
§ Btir ditambahkan ke puncak stack sehingga
setiap blok akan terisi secara parsial
§ Yang berkaitan dengan stack adalah pointer
yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack
§ Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam
register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga
stack
§ Stack pointer tetap berada dalam register
§ Dengan demikian, referensi-referensi ke lokasi
stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak
langsung
B. Elemen Set
Instruksi
§ Operation Code
(opcode) : menentukan jenis operasi
yang akan dilaksanakan.
§ Source Operand
Reference : input bagi operasi yang
akan dilaksanakan.
§ Result Operand
Reference : hasil dari operasi
yang dilaksanakan.
§ Next Instruction
Reference : menginformasikan CPU
untuk mengambil instruksi berikutnya setelah instruksi yang dijalankan selesai.
C. Jenis Jenis
Instruksi
§ Data Processing / Pengolahan
Data
instruksi aritmetika dan logika. Instruksi
aritmetika memiliki kemampuan untuk mengolahdata numeric, sedangkan instruksi
logika beroperasi pada bit-bit word sebagai bit bukan sebagai bilangan. Operasi-operasi
tersebut dilakukan terutama untuk data di register CPU.
§ Data Storage / Penyimpanan
Data
instruksi-instruksi memori.
Instruksi-instruksi memori diperlukan untuk memindah data yang terdapat di
memori dan register.
§ Data Movement / Perpindahan
Data
instruksi I/O. Instruksi-instruksi I/O
diperlukan untuk memindahkan program dan data ke dalam memori dan mengembalikan
hasil komputansi kepada pengguna.
§ Control / Kontrol
instruksi pemeriksaan dan percabangan.
Instruksi-instruksi kontrol digunakan untuk memeriksa nilai data, status
komputansi dan mencabangkan ke set instruksi lain.
DESAIN SET INSTRUKSI
Desain set
instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek,
diantaranya :
1. Kelengkapan set instruksi
2. Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3. Kompatibilitas :
- Source
code compatibility
- Object
code compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai
berikut :
a. Operation Repertoire, berapa banyak dan operasi
apa saja yang disediakan dan berapa sulit operasinya.
b. Data Types, tipe / jenis data yang dapat diolah.
c. Instruction Format, panjangnya, banyaknya alamat,
dsb.
d. Register, banyaknya register yang dapat
digunakan.
e. Addressing, mode pengalamatan untuk operand.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar