YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 30 Oktober 2018

Arsitektur Set Instruksi


Arsitektur Set Instruksi
Naufal Ihsan (15415005)
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Gunadarma

Abstrak
            Suatu komputer dalam penggunaannya menggunakan set Instruksi yang didefinisikan sebagai suatu aspek penting dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemakainya terutama pemrogram. Secara umum, ISA (instruction set architecture) ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya.

Pendahuluan
            ISA adalah sebuah spesifikasi dari Pullman semua kode-kode biner (opcode) yang diimplementasikan di bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain prosesor.

A. Teknik Pengalamatan

1. Immediate Addressing (Pengalamatan Segera)
§  Pengalamatan yang paling sederhana.
§  -Operand benar-benar ada dalam instruksi atau bagian dari intsruksi
§  -Operand sama dengan field alamat
§ - Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk complement dua
§  -Bit paling kiri sebagai bit tanda
§ - Ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda digeser ke kiri hingga maksimum word data
Keuntungan :
Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand
Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhanakan akan cepat
Kekurangan :
Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field
Contoh :
ADD 7 ; tambahkan 7 pada akumulator

2. Direct Addressing (Pengalamatan Langsung)
§  Teknik ini banyak digunakan pada komputer lama dan komputer kecil
§  Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulus khusus
Kelebihan :
Field alamat berisi efektif address sebuah operand
Kekurangan :
Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
Contoh :
ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator

3. Indirect Addressing (Pengalamatan tak langsung)
Merupakan mode pengalamatan tak langsung
§  Field alamat mengacu pada alamat word di alamat memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang
Kelebihan :
Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
Kekurangan :
Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
Contoh :
ADD (A) ; tambahkan isi memori yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator

4. Register addressing (Pengalamatan Register)
§  Metode pengalamatan register mirip dengan mode pengalamatan langsung
§  Perbedaanya terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama
§  Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose
Keuntungan :
Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori
Akses ke register lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepatKerugian :
Ruang alamat menjadi terbatas

5. Register indirect addressing (Pengalamatan tak-langsung register)– 
Metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung
Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register

§  Letak operand berada pada memori yang dituju oleh isi register
§  Keuntungan dan keterbatasan pengalamatan register tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung
§  Keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak
§  Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung

6. Displacement addressing
 Menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung
§  Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit
§  Operand berada pada alamat A ditambahkan isi register
Tiga model displacement

§  Relative addressing : register yang direferensi secara implisit adalah Program Counter (PC)
§  Alamat efektif didapatkan dari alamat instruksi saat itu ditambahkan ke field alamat
§  Memanfaatkan konsep lokalitas memori untuk menyediakan operand-operand berikutnya
Base register addressing : register yang direferensi berisi sebuah alamat memori dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu
§  Referensi register dapat eksplisit maupun implisit
§  Memanfaatkan konsep lokalitas memori
Indexing  : field alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat tersebut
§  Merupakan kebalikan dari mode base register
§  Field alamat dianggap sebagai alamat memori dalam indexing
§  Manfaat penting dari indexing adalah untuk eksekusi program-pprogram iteratif
Contoh :
Field eksplisit bernilai A dan field imlisit mengarah pada register

7. Stack addressing
§  Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-firs-out
§  Stack merupakan blok lokasi yang terbaik
§  Btir ditambahkan ke puncak stack sehingga setiap blok akan terisi secara parsial
§  Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack
§  Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga stack
§  Stack pointer tetap berada dalam register
§  Dengan demikian, referensi-referensi ke lokasi stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung

B. Elemen Set Instruksi
§  Operation Code (opcode)       : menentukan jenis operasi yang akan dilaksanakan.
§  Source Operand Reference     : input bagi operasi yang akan dilaksanakan.
§  Result Operand Reference      : hasil dari operasi yang dilaksanakan.
§  Next Instruction Reference    : menginformasikan CPU untuk mengambil instruksi berikutnya                                                                    setelah instruksi yang dijalankan selesai.
C. Jenis Jenis Instruksi
§  Data Processing / Pengolahan Data
            instruksi aritmetika dan logika. Instruksi aritmetika memiliki kemampuan untuk mengolahdata numeric, sedangkan instruksi logika beroperasi pada bit-bit word sebagai bit bukan sebagai bilangan. Operasi-operasi tersebut dilakukan terutama untuk data di register CPU.
§  Data Storage / Penyimpanan Data
            instruksi-instruksi memori. Instruksi-instruksi memori diperlukan untuk memindah data yang terdapat di memori dan register.
§  Data Movement / Perpindahan Data
             instruksi I/O. Instruksi-instruksi I/O diperlukan untuk memindahkan program dan data ke dalam memori dan mengembalikan hasil komputansi kepada pengguna.
§  Control / Kontrol
             instruksi pemeriksaan dan percabangan. Instruksi-instruksi kontrol digunakan untuk memeriksa nilai data, status komputansi dan mencabangkan ke set instruksi lain.


DESAIN SET INSTRUKSI

            Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya :

1. Kelengkapan set instruksi
2. Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3. Kompatibilitas :
            Source code compatibility
            Object code compatibility

Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut :
a. Operation Repertoire, berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan dan berapa sulit operasinya.
b. Data Types, tipe / jenis data yang dapat diolah.
c. Instruction Format, panjangnya, banyaknya alamat, dsb.
d. Register, banyaknya register yang dapat digunakan.
e. Addressing, mode pengalamatan untuk operand.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar